Ketulusan yang Tak Pernah ku Rasakan Sebelumnya

 


Kenalkan dia Riyadi, seorang laki-laki hebat yang telah ku temui di dunia ini. Awalnya aku hanya mengira dia akan menjadi sepenggal cerita dimasa remaja ku ternyata dia adalah seluruh kisah berharga yang akan tersusun dimasa hidupku. Mengenalnya tanpa sengaja dan merajut cinta dengan rencana. Perihal jodoh memang sudah ditentukan tak perlu lelah mencari karena yang dinanti akan hadir dengan sendiri.

Aku adalah seorang anak bungsu yang mana seluruh kisah yang ku alami selalu ku sampaikan ke orang tua ku. Termasuk perihal lelaki, aku selalu ingin orang tua ku terlibat untuk menilai karena bagiku yang terbaik bagi mereka demikian bagiku. Aku juga sudah banyak melalui proses yang mana memilah dan tidak sembarangan untuk merespon balik lelaki. Tidak merasa cantik hanya saja tidak ingin membuang waktu sia-sia untuk hubungan yang sementara.

Semenjak kedatangan dia, aku merasakan ketulusan yang tidak ada habisnya. Rasanya ku tidak perlu menjelaskan ketulusan itu karena hanya aku dan kedua orang tuaku yang dapat merasakannya. Memang dia tidak seberuntung lelaki lain dalam hal kemapanan tapi dia termasuk orang yang percaya akan rejeki apapun yang diinginkannya selalu diusahakannya dan dia mampu mendapatkan itu meskipun harus melalui proses.

Mungkin sebagian dari kalian yang mengenalku tahu, aku sering menceritakanya dengan penuh rasa bangga. Bahkan aku merasa menjadi perempuan paling beruntung bisa berpasangan dengannya. Meskipun saat aku menjadi si bungsu berada dirumah ternyaman bersama orang tuaku dan ketika bersamanya aku menjadi seorang istri berada dirumah sederhana dengannya. Namun aku sangat mensyukuri akan hal ini.

Tinggal beberapa langkah lagi kami akan menjadi sepasang kekasih yang sah, hanya doa yang selalu ku panjatkan untuk saling menjaga karena bagi ku tiada kisah yang lebih indah dari takdir Tuhan yang sesungguhnya. Alhamdulillah tidak perlu ada restu yang dilawan hanya saja melawan juang untuk dapat bersanding dan memulai kehidupan sederhana bersama.

Terima kasih telah memilih wanita keras kepala ini, namun percayalah aku telah melembut karena sabarmu. Aku berharap selalu bisa berbagi cerita kebahagiaan disetiap momen berharga bersamamu. Menetaplah hingga akhir usia karena bagiku ketulusanmu sebanding dengan orang tuaku sehingga tidak ada ragu ketika ku putuskan hidup bersamamu.

Love you, aa.

Post a Comment

2 Comments